
SD Negeri 2 Tanjungsari kembali melaksanakan Upacara Bendera Hari Senin pada Senin, 31 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat, diikuti oleh seluruh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Ibu Nanik Mustamiroh, S.Ag. Dalam amanatnya, beliau mengangkat tema “Upacara Mendidik Anak Menjadi Karakter Pemimpin.”. Petugas upacara hari ini adalah murid kelas 6 dengan wali kelas Ibu Wulan Syawalsih,S.Pd.
Dalam penyampaiannya, Ibu Nanik menekankan bahwa upacara bendera bukan sekadar kegiatan rutin setiap hari Senin. Di balik rangkaian kegiatan upacara terdapat berbagai nilai pendidikan yang dapat membentuk karakter peserta didik, terutama karakter seorang pemimpin.
Melalui upacara, anak-anak belajar disiplin, tanggung jawab, tertib, percaya diri, menghargai orang lain, serta mampu mengikuti aturan. Ketika mendapat tugas sebagai petugas upacara, peserta didik juga belajar untuk berani tampil di depan teman-temannya, bekerja sama, dan melaksanakan amanah dengan sebaik-baiknya.


Seorang pemimpin tidak hanya dituntut untuk mampu memberikan arahan kepada orang lain, tetapi juga harus memiliki sikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, berani mengambil keputusan, mampu bekerja sama, dan menjadi teladan. Karakter-karakter tersebut perlu ditanamkan sejak usia sekolah melalui berbagai kegiatan positif, salah satunya melalui pelaksanaan upacara bendera.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh peserta didik SD Negeri 2 Tanjungsari bahwa setiap anak memiliki potensi untuk menjadi pemimpin. Kepemimpinan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memimpin diri sendiri untuk disiplin, menaati aturan, bertanggung jawab terhadap tugas, serta menghormati guru dan teman.
Kegiatan upacara hari ini diharapkan tidak hanya menumbuhkan rasa cinta tanah air, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter di sekolah. Dengan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, SD Negeri 2 Tanjungsari terus berupaya membentuk generasi yang berbudi pekerti, mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
“Pemimpin hebat tidak lahir secara instan, tetapi tumbuh dari kebiasaan baik yang ditanamkan sejak dini.”
Tinggalkan Balasan